Arsip untuk Januari, 2010



24
Jan
10

PENGHAKIMAN ATAS BABEL ( WAHYU 17 : 1-18 )

17:1-18 = Penghakiman atas Babel(1) Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: “Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.

(2) Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya.”

3) Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.

(4) Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.

(5) Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.”

(6) Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.

(7) Lalu kata malaikat itu kepadaku: “Mengapa engkau heran? Aku akan mengatakan kepadamu rahasia perempuan itu dan rahasia binatang yang memikulnya, binatang yang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh itu.

(8) Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi.

(9) Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk,

(10) ketujuhnya adalah juga tujuh raja: lima di antaranya sudah jatuh, yang satu ada dan yang lain belum datang, dan jika ia datang, ia akan tinggal seketika saja.

(11) Dan binatang yang pernah ada dan yang sekarang tidak ada itu, ia sendiri adalah raja kedelapan dan namun demikian satu dari ketujuh itu dan ia menuju kepada kebinasaan.

(12) Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu adalah sepuluh raja, yang belum mulai memerintah, tetapi satu jam lamanya mereka akan menerima kuasa sebagai raja, bersama-sama dengan binatang itu.

(13) Mereka seia sekata, kekuatan dan kekuasaan mereka mereka berikan kepada binatang itu.

(14) Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”

(15) Lalu ia berkata kepadaku: “Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

(16) Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api.

17) Sebab Allah telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Allah telah digenapi.

18) Dan perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi.”

24
Jan
10

kasus Bank Century.

KASUS BANK CENTURY ” JANGAN GUNAKAN ” PISAU ” MENGHUKUM RAKYAT 1
2009 September 13

Kasus Bank Century mulai diangkat media massa secara besar-besaran ketika publik baru diberitahu bahwa telah terjadi pengucuran dana Rp 6.7 triliun dari LPS ke ‘bank pesakitan’ (Bank Century) ini atas rekomendasi Bank Indonesia. Pengucuran ‘kasus BLBI Jilid-II” ini diinisiasi oleh mantan pejabat BI tahun 1998, yang ketika mengeluarkan rekomendasi ke LPS menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia yakni Boediono yang menjadi wapres terpilih dari Presiden SBY.

Kasus ini semakin menarik disimak tatkala akhir Agustus silam, Wapres Jusuf Kalla (JK) menyampaikan jawaban ketika ditanya kepada para wartawan. JK menyatakan bahwa kasus finansial di bank yang hanya memiliki 60 ribuan nasabah adalah kasus perampokan kerah putih, bukan karena krisis global atau kegagalan sistemik. JK pun segera meminta Kapolri menahan Robert Tantular. Namun sebelumnya, sangat disayangkan bahwa ketika kasus ini terjadi yakni November 2008, Boediono (menjadi Gubernur BI) justru mengeluarkan laporan yang menjadi alasan legal untuk menyuntik dana LPS ke Bank Century. Boediono dinilai tidak berani melaporkan pemilik Bank Century, Robert Tantular, kepada polisi untuk segera ditangkap. Padahal, apa yang dilakukan Robert jelas merupakan tindak kriminal karena melakukan perampokan terhadap banknya sendiri. (SuryaOnline-31/08/09)

Robert membuat banyak PT ilegal untuk mengalirkan dana nasabahnya ke sana. Sedikitnya Robert Tantular telah menggelapkan dana sebesar Rp 2.8 triliun dari Bank Century dan nasabah Antaboga. Termasuk didalamnya adalah pengelapanuang dengan kredit tanpa jaminan dan tanpa proposal senilai Rp 1,18 triliun. Selain itu menggelapkan dana nasabah Antaboga mencapai Rp 1,4 triliun. Inilah yang disebut sebagai tindakan kriminal, namun Menteri Keuangan Sri Mulyani maupun Mantan Gubernur BI Boediono ketika berpendapat bahwa Bank Century mengalami masalah secara sistemik, dan tidak pernah ‘menganggap’ bahwa kasus Bank Century adalah tindakan kriminal seperti yang dilontarkan Wapres JK. Hal ini terkesan bahwa baik Boediono maupun Sri Mulyani melindungi tindakan kejahatan. Tentu motif ini bisa ditarik lebih panjang terkait deposan besar di Bank Century salah satunya adalah keluarga Murdaya Poo yang menjadi salah satu klien sekaligus penyumbang terbesar dana kampanye Pileg Demokrat + Pilpres SBY-Boediono.

Kriminalitas Triliunan Dipenjara HANYA 4 Tahun

Pada tanggal 10 September 2009 silam, pimpinan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Sugeng Riyono (ingat namanya), hanya memvonis 4 tahun penjara dan denda Rp 50 miliar/subsider (sebagai gantinya) 5 bulan penjara kepada mantan pemilik sebagian saham PT Bank Century Tbk, Robert Tantular. Vonis ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan jaksa yang mengancam delapan tahun penjara.

Saya tidak tahu delik hukum seperti apa yang menjadi pertimbangan hakim majelis hakim lembaga Kejaksaan ini. Orang yang menilap uang hingga Rp 2.8 triliun dan menyebabkan lembaga negara harus mengucurkan dana Rp 6.7 triliun hanya divonis 4 tahun penjara. Hal yang sangat tidak adil bagi masyarakat yang sekadar mencuri ayam hanya untuk menyambung hidup harus babak belur dan diseret di kantor polisi lalu divonis 1 tahun penjara. Tidak sedikit pengadilan menjatuhkan hukuman hampir maksimum bagi para pelaku pencuri kelas ‘teri’, yakni dari 6 bulan hingga 7 tahun. Namun, mengapa seorang perampok 2.8 triliun hanya divonis 4 tahun?

Standar ganda seolah-olah menjadi fenomena mengakar dalam penenagak hukum. Ketika berhadapan dengan penguasa dan pengusaha/konglomerat, para penegak hukum seperti macam ompong dengan ‘punggung pisau’. Dan tidak jarang mereka ‘mengangkangi’ KUHP dan sejumlah sanksi dalam produk UU. Namun, ketika berhadapan dengan rakyat kecil, para penegak hukum seolah menjadi ‘panglima hukum’, malaikat kebenaran. Memposisikan diri seperti ’singa buas’ dengan ‘mata pisau’ yang siap mengiris para pelaku kriminalitas.

Namun, inilah hukum dinegeri ini (lembaga kejaksaan) yang masih jauh berbeda dengan di Taiwan atau Amerika Serikat. Presiden Taiwan yang menilap Rp 80 miliar dihukum seumur hidup oleh pengadilan negeri distrik di Taiwan. Namun kita masih beruntung memiliki KPK yang kini statusnya dikeberi oleh aparat pemerintahan, oknum legislatif dan sejumlah oknum konglomerat. Dalam setiap vonisnya, KPK memberi hukuman yang fantastis. Sebut saja, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokmin Dahuri divonis 7 tahun karena merugikan Rp 14,6 miliar uang negara. Mantan anggota DPR Al Amin Nasution divonis 10 tahun penjara karena menerima suap dalam pengalihan fungsi hutan Kepri.

Masih untungnya kewenangan penuntutan masih ada di lembaga KPK. Padahal baik Pemerintah SBY maupun panja DPR, mengusulkan agar kewenangan KPK dipretelin, fungsi penuntutan KPK dihilangkan agar kembali ke kejaksaan. Dan kasus ini sekali memberi bukti baru bagi ICW yang terus mendukung agar hak penuntutan tidak ada pada KPK. Dari sini, kita tahu siapa yang sesungguhnya ingin korupsi benar-benar diberantas, dan mana yang setengah hati.

Andai saja kasus ini ditangani oleh KPK (selama tidak terindikasi korupsi uang negara, KPK tidak bisa turun tangan), maka mustahil Robert Tantular dihukum 4 tahun penjara! Jangan gunakan standar ‘pisau’ menghukum kami!

Nusantaranews- Informasi, Fakta dan Opini

ech-wan (12/09/09)

KASUS BANK CENTURY : SIAPA YANG DIUNTUNGKAN ( 2 )
2009 September 16

Ada banyak aspek (berkaitan hukum) yang mesti ditelaah untuk kasus Bank Century yakni mencakup pre-incident, incident, dan post-incident pengambilalihan bank ‘pesakitan’ oleh Lembaga Penyamin Simpanan (LPS). Dan setengah dari perjalanan pre-incident ini sudah terungkap, yakni terjadinya ‘perampokan’ (penyalahgunaan wewenang) oleh para pemilik Bank Century yaitui Robert Tantular (WNI), Rafat Ali Rizfi (WNA) dan Hesyam Al Waraq (WNA).[1]

Robert Tantular (RT) telah dinyatakan bersalah menggunakan deposito valas milik Budi Sampoerna sebesar 18 juta dolar AS (Rp 180 miliar), mengucurkan kredit fiktif kepada PT Wibowo Wadah Rejekis senilai Rp 121,3 miliar dan kepada PT Accent Investment Indonesia sebesar Rp 60 miliar. (Kompas, 09/09) Atau bila ditotalkan, ‘perampokan’ ini kurang lebih bernilai Rp 360 miliar. Sedangkan dua rekan RT lainnya, yakni Rafat Ali dan Hesyam Al Waraq yang merupakan warga negara asing keturunan Arab ini masih menjadi buron interpol. Secara ber’jamah’ mereka bertiga tidak mengembalikan aset-aset surat berharga Bank Century yang berada di luar negeri. Dan hingga saat ini, polisi masih terus memburu sejumlah L/C (letter of credit) bodong yang mencapai Rp 1.7 triliun.

Vonis hukuman 4 tahun penjara Robert Tantular terlalulah singkat jika dibandingkan dengan kriminalitasnya. Terlepas dari amar keputusan tersebut (yang harus dituntut dan gugat kembali),  kita tidak boleh hanya berpaku pada sosok RT, karena kriminalitas RT kemungkinan besar hanya berada di era “pre-incident”. Masih ada dua masa yang lebih besar yakni “incident” dan “post-incident”. Dan artikel kedua ini akan membahas periode ‘incident’ ini yakni diselamatkannya Bank Century oleh LPS atas rekomendasi BI (Boediono) dan disetujui Menkeu RI (Sri Mulyani) yang berimplikasi pada kucuran dana likuidasi (bail-out) perdana sebesar Rp 2,78 triliun. Dan dalam waktu kurang dari tiga bulan (23 Nov 2008 – 3 Feb 2009), LPS telah menyuntikkan total dana Rp 6.13 trilun, dan terakhir ditambah lagi Rp 630 miliar. Sehingga total dana LPS yang dikucurkan adalah Rp 6.76 triliun per Juli 2009.[2]

Penyelamatan Century : Siapa yang Diuntungkan?

Satu dari 3 bagian dari kasus Bank Century adalah bagian penyelamatan yang dilakukan LPS.  LPS sendiri memiliki dua fungsi yaitu menjamin simpanan nasabah bank dan melakukan penyelesaian atau penanganan Bank-Gagal. Penjaminan simpanan nasabah bank yang dilakukan LPS bersifat terbatas (Rp 2 miliar per nasabah dari sebelumnya Rp 100 juta). Dana LPS berasal dari negara (Rp 4 triliun sebagai modal awal) dan premi perbankan (bank membebankan kepada nasabah).[3]

Jika fungsi pengawasan BI dan Lembaga Pengawas Perbankan (LPP) bekerja optimal, maka kemungkinan besar  kita tidak akan menyaksikan “drama” Century pada saat ini. Karena permasalahan sudah muncul ketika Bank Century ini terbentuk hasil dari merger 3 bank yang bermasalah pada tahun 2004. Namun, diakhir tahun 2008, kolaps-nya Bank Century akhirnya tidak dapat ditutupin lagi.

Hanya ada beberapa opsi urgen yang harus diambil, selamatkan atau tutup. Dan dalam hal ini, Bank Indonesia merekomendasikan bahwa Bank Century harus diselamatkan, karena jika ditutup akan berdampak sistemik. Pada periode yang sama tepatnya 7 Oktober 2008, Bank Indover (bank negara dibawah Bank Indonesia yang beroperasi di Belanda) ditutup, karena DPR dan Menkeu enggan menyuntik dana. Perlu dicatat bahwa Bank Indoever memiliki jumlah aset yang hampir sama dengan Bank Century. Penutupan Bank Indover tidak menyebabkan dampak sistemik seperti kekhawatiran Boediono. Dan ketika Bank Indonesia (Boediono) mengatakan penutupan Bank Century akan menyebabkan dampak sistemik, Menkeu Sri Mulyani maupun DPR setuju untuk menyelamatkan. Dari sisi ini, terlihat perbedaan keputusan, bisa jadi karena ‘jaringan’ kasusnya berbeda, tapi bisa juga karena ‘kepentingan’.

Benarkah penutupan Bank Century akan berdampak sistemik? Ini menjadi perdebatan umum bagi pro dan kontra aksi heroik LPS mengucurkan Rp 6.7 triliun ke Century. Dampak sistemik dalam pengertian Undang Undang (BI dan LPS) adalah kegagalan suatu bank yang akan berpengaruh secara berantai terhadap perbankan nasional secara khusus dan sistem keuangan bangsa secara umum, yang pada gilirannya berpotensi memicu krisis ekonomi.

Dari definisi ini, kita perlu melihat kesehatan rata-rata perbankan nasional secara umum. Apakah kasus ‘perampokan’ juga terjadi di Bank-Bank selain Century? Apakah kesulitan likuiditas sudah melanda bank-bank lain sekain Bank Century pada periode tersebut? Berapa bank yang memiliki nilai CAR dibawah 8%?   Semestinya BI atau LPS memiliki data sekaligus memiliki kewajiban mengawasi perbankan. Yang pada akhirnya, kita ketahui hanya Bank Century sendiri yang memiliki CAR jauh dibawah rata-rata perbankan nasional lainnya. Jadi, pertanyaan utama adalah : apakah hanya Century yang bermasalah (ambruk & kriminalitas)?

Pertanyaan kedua, kemana sajakah dana nasabah dikelola oleh perbankan nasional? Jika dana nasabah dikelola dengan baik, maka perbankan nasional artinya semakin ’strong’ atau kuat. Dan pertanyaan akhir, adakah dana-dana perbankan nasional yang berafiliasi dengan Bank Century? Dan jika jawaban terakhir tidak, maka sebenarnya terlalu dini mengatakan penutupan Bank Century akan berdampak sistemik, sebuah frasa kekhawatiran yang sama ketika Indover akan ditutup yang ternyata tidak terbukti.

Keputusan mengambil alih suatu bank yang gagal merupakan perkara yang teramat penting karena menyangkut hajat hidup orang banyak, baik bagi nasabah, perekonomian maupun dana masyarakat. Untuk mempelajari kasus ini, kita akan melihat dan membandingkan dengan kasus Bank Indover.

“Selamatkan” Bank Si Robert Tantular, “Bunuh” Bank Milik Negara

Berdasarkan data yang terungkap hingga Agustus silam, dengan perbandingan dana yang ‘tergantung’ di masing-masing bank (Indover vs Century), semestinya kekhawatiran Menkeu Sri Mulyani dan orang-orang BI bahwa penutupan Bank Century berdampak sistemik perlu ditelaah lebih lanjut. Berbeda dengan Bank Century,  justru sebagian ”nasabah” (dana) di Indover berasal dari dana perbankan BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI. Setidaknya dana BRI pada Indover mencapai Rp 461 miliar, lalu Bank Mandiri US 31 juta (Rp 341 miliar), BNI sebesar Rp 156 miliar, Bank Bukopin sebesar US$ 15 juta (Rp 165 miliar), Bank CIMB Niaga  sejumlah US$ 5 juta (Rp 55 miliar). Atau total dana perbankan nasional di Indover mencapai lebih Rp 1 triliun.[4]

Sementara itu, belum ada kabar dana perbankan nasional yang besar yang tersimpan di Bank Century. Mayoritas dana nasabah Century berasal dari konglomerat seperti Budi Sampoerna dan Murdaya Poo, dan juga  dana pensiunan tentara Amerika. Sehingga penyelamatan Bank Century terkesan tidak adil bila dibanding Bank Indover yang notabene milik negara, padahal angka bantuan likuiditas pada akhirnya sama yakni Rp 6.7 triliun untuk Century milik si Robert Tantular dan Rp 7 triliun untuk Indover milik negara Indonesia. Ternyata….dalam hal ini, LPS, Menkeu Sri Mulyani, dan Boediono lebih memilih “menyelamatkan” Robert Tantular dibanding “negara Indonesia”.

Lalu, mengapa DPR setuju menyelamatkan “Bank Robert Tantular” ketimpang “Bank Negara”?

Sebagai informasi, untuk menutup atau menyuntik dana ke bank-bank yang bermasalah mesti mendapat persetujuan dari DPR terkait penggunaan anggaran negara/lembaga negara. Dalam kasus Bank Indover vs Bank Century, DPR lebih memilih menyelamatkan Century ketimpang Indover? Mengapa?

Salah satu hal yang dapat saya tarik benang merah mengapa DPR menolak menyelamatkan Indover karena dana bailout (likuidasi) yang dibutuhkan Bank Indover harus mencapai angka Rp 7 triliun, dan itu akan menyedot anggaran APBN.  Jika dana bail-out hanya 1 – 2 triliun, tidak tertutup kemungkinan Indover akan diberi bailout juga. Menurut anggota DPR Dr. Drajad Wibowo, angka penyelamatan Indover terlalu besar, dan ia percaya bahwa penutupan Bank Indover tidak akan berdampak secara sistemik seperti Boediono khawatirkan. Karena dana di Indover hanya sekitar Rp 10-an triliun, sangat kecil dibanding dana perbankan nasional yang mencapai lebih dari Rp 1500 triliun.

Dan mengapa DPR pada awalnya setuju agar BI bersama LPS mengambil alih Bank Century dikarenakan bahwa pada awalnya BI memberi laporan bahwa untuk menyelamatkan Century, ‘hanya’ diperlukan dana Rp 632 miliar.Yang kemudian DPR hanya diberitahu bahwa dana bailout yang keluar cuma Rp 1.3 triliun. Karena besaran serta aset Bank Century yang hampir sama dengan Bank Indover, maka langkah penyelamatan Bank Century dengan dana sekitar Rp 1 triliun masih dianggap wajar oleh DPR.

Namun…lampu hijau yang diberikan oleh DPR tampaknya menjadi “reaksi berantai” pengucuran dana yang lebih besar.  Bank Indonesia telah memberi analisis laporan yang keliru, dan bisa dikatakan plintat-plintut. Harusnya, berbekal pengalaman 1997-1998, Bank Indonesia sudah memprediksi kemungkinan terburuk besaran dana yang harus dikucurkan jika Century diselamatkan.  Dan semestinya BI menyebutkan angka Rp 632 miliar hanyalah dana awal, yang kemudian hari berpotensi membengkak jika terjadi rush money yang besar. Dan terbukti, terjadi aliran dana yang besar pada November – Desember 2008, sehingga pada akhirnya angka penyelamatan “Robert Tantular” membengkak hingga lebih dari 1000% yakni Rp 6.7 triliun.

Apakah laporan rekomendasi yang pertama (Rp 632 miliar) hanya menjadi ‘umpan’ agar ada legalitas dari DPR agar menyetujui membantu nasabah konglomerat seperti keluarga Murdaya Poo (penyumbang dana kampanye SBY-Boediono), Boedi Sampurna atau turut membantu dana nasabah pensiunan tentara Amerika? Karena jika bank Century ditutup, maka para deposan besar hanya akan mendapat jaminan Rp 2 miliar, tidak lebih tidak kurang. Sedangkan nasabah dibawah Rp 2 miliar akan dibayar full.

Jika Bank Indonesia cermat, semestinya pasca mergernya 3 bank  ‘pesakit’ yakni Bank CIC, Bank Pikko, dan Bank Danpac menjadi Bank Century, BI mengawasi secara intensif kinerja dan tindak tanduk bank Century. Dan mestinya juga BI mendapat data (atau secara aktif mencari data) perbankan Century untuk ditindaklanjutin. Namun, tampaknya BI ‘loss‘, padahal data menunjukkan Bank Century tetap bermasalah karena memiliki surat valas berkualitas rendah (bodong).  Dan ditambah pada pertengahan Juli 2008, Century mengalami kesulitan likuiditas yang ditandai penarikan DPK oleh nasabah besar, antara lain, Sampoerna, PT Timah, dan Jamsostek. Sehingga, bank terpaksa melakukan taking dari bank lain yang semakin meningkat. Ini mestinya menjadi entry point bagi BI untuk merekomendasi  dan memutuskan Bank Century ditutup saja.[5]

Penutupan Bank Century sekaligus untuk memberi pelajaran bagi masyarakat agar tidak menyimpan dana di perbankan yang ‘iseng’.  Namun, fakta berbicara lain. Bank Century diselamatkan dengan dana ekstra. Ada banyak pihak yang merasa diuntungkan atas penyelamatan Century. Para deposan besar kegirangan, dan bukanlah mustahil mereka akan “berpesta” seraya menjadi ‘dermawan’ atas para pejabat yang telah menyelamatkan Bank Century.

Domain BPK

Sampai disini, kita masih bertanya-tanya mengapa terjadi penyelamatan Bank Century yang disertai suntikan dana yang besar? Tanpa penyelidikan lebih lanjut, maka yang muncul hanyalah spekulasi dan dugaan. Dan untuk penyelidikan lebih lanjut, BPK telah dan sedang melakukan audit keuangan Bank Century.  BPK harus bisa menemukan data-data yang menjadi pertimbangan mengapa BI menyelamatkan Century, dan disisi lain LPS kewalahan ketika November hingga Desember 2008 terjadi penarikan dana secara besar-besaran yang mencapai Rp 5.67 triliun.  BPK harus menyelidiki kemana saja dana aliran bailout Rp 6.7 triliun itu “menguap”? Karena sampai saat ini, masih ada puluhan ribu nasabah kelas ‘teri’ (nasabah kecil) Century yang tidak bisa menarik dananya.

Dari uraian di atas, sebagian besar saya hanya bisa berspekulasi, dan saya harus menunggu harus audit dari BPK. Dan dari audit BPK, kita baru dapat sedikit banyak menjawab mengapa Bank Century tetap diselamatkan padahal pemilik  dana di Century hanya 0.1% dari total dana perbankan nasional? Mengapa bank yang sudah dirampok pemiliknya sendiri tetap diinjeksi dana secara gila-gilaan hingga mencapai Rp6,7 triliun? Bukankah kesepakatan awal dana talangan hanya Rp1,3 triliun? Lalu, kemanakah larinya uang Rp6,7 triliun itu sehinga nasabah kecil harus tiap hari melakukan demonstrasi?

Apakah benar bahwa suntikan dana itu hanya mengalir deras ke kantong deposan kelas “kakap” dan konglomerat penyumbang dana kampanye SBY-Boediono? Semua itu akan terjawab, jika BPK melakukan audit investigasi secara transparan. Audit investigasi BPK sekaligus mengurangi spekulasi yang berkembang. Dan hingga saat ini,  Ketua BPK menyatakan akan memeriksa Menkeu Sri Mulyani, Mantan Gubernur BI Boediono dan Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Raden Pardede  dalam waktu dekat. [6]

Kita tunggu hasil pemeriksaan BPK yang telah berjanji menyelesaikan audit pertama pada akhir September, dan audit final pada pertengahan Oktober 2009.  Dan kita harapkan, BPK memang bekerja secara independen, profesional dan berintegritas untuk keadilan dan kebenaran!

Salam Perubahan,
ech-wan (16 Sept 2009)

KASUS  BANK  CENTURY : BUDIONO TERANCAM DIPIDANA (3 )
2009 September 30

by nusantaraku

Pendahuluan : Akar Pidana

BoedionoBoediono

Setahun yang lalu, yakni 30 Oktober 2008, pengadilan Tipikor menjatuhkan 5 tahun penjara kepada  mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah dan pada hari sama menetapkan Aulia Pohan (besan Presiden SBY) sebagai tersangka. Setelah melalui proses hukum (kasasi, pengadilan, dll), hingga Agustus 2009 silam, hampir semua pejabat tinggi BI  tahun 2003 telah dipidana.

Mereka adalah

  1. mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah (3 tahun penjara, setelah kasasi),
  2. mantan Deputi Gubernur BI Aulia Tantawi Pohan (4.5 tahun penjara),
  3. mantan Deputi Gubernur BI Maman H. Somantri (4.5 tahun penjara),
  4. mantan Deputi Gubernur BI Bunbunan Hutapea (4 tahun penjara),
  5. mantan Deputi Gubernur BI Aslim Tadjuddin (4 tahun penjara),
  6. mantan Kepala Biro Gubernur BI Rusli Simanjuntak (3.5 tahun penjara dari sebelumnya 4.5 tahun penjara),
  7. mantan Deputi Direktur Direktorat Hukum BI Oey Hoy Tiong (3 tahun penjara).

Para petinggi BI ini akhirnya dipidana  diawali dari laporan BPK yang ditandatangani oleh Ketua BPK Anwar Nasution kepada KPK (dengan nomor 115/S/I-IV/11/2006) pada 14 November 2006 yang menyatakan bahwa telah aliran dana Bank Indonesia (tepatnya Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia atau YPPI) Rp 100 miliar pada tahun 2003.  Dalam laporan itu disebutkan bahwa melalui rapat Dewan Gubernur BI pada 3 Juni 2003 diputuskan meminta YPPI menyediakan dana sebesar Rp100 miliar untuk dua keperluan.

  • Pertama, pencairan dana Rp68,5 miliar untuk membantu proses hukum kasus Bantuan Lilkuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang melibatkan 5 mantan dewan gubernur dan mantan direksi BI yang terjerat hukum dalam kasus BLBI, kredit ekspor, dan kasus lainnya sehubungan dengan penanganan krisis ekonomi 1997-1998. Lima mantan gubernur dan direksi BI tersebut adalah Soedrajad Djiwandono (mantan Gubernur BI), Iwan R Prawiranata (mantan Deputi Gubernur BI), Heru Soepratomo (mantan Deputi Gubernur BI), Hendrobudiyanto (mantan direksi BI), dan Paul Sutopo (mantan direksi BI).
  • Kedua, Rp 31,5 miliar diserahkan kepada Komisi IX DPR periode 1999-2004 untuk pembahasan dan diseminasi sejumlah UU tentang BI. Hasil audit menyebutkan dana untuk Komisi IX DPR periode 1999-2004 dicairkan melalui tujuh cek. Aliran ke Senayan baru menjerat mantan Anggota DPR Hamka Yandhu (3 tahun penjara) dan Antony Zeidra (5 tahun penjara). Sementara 52 orang anggota DPR yang disebut dalam persidangan masih menghirup udara bebas.

Jelas bahwa dana Rp 100 miliar  tersebut sama sekali tidak mengalir pada petinggi BI di atas, alias Burhanuddin CS tidak menikmati uang Rp 100 miliar tersebut. Yang menikmati uang tersebut adalah para petinggi BI pada tahun 1997-1998 yang terkena kasus BLBI dan para anggota DPR RI. Namun mengapa Burhanuddin CS tersebut dipidana?

Alasan yang paling utama adalah mereka telah menyelewangkan dana YPPI. Dana yang seharusnya digunakan untuk pengembangan perbakan Indonesia, alih-alih digunakan untuk menyuap anggota DPR agar merevisi UU BI  sesuai dengan kepentingan mereka serta digunakan untuk bantuan pribadi untuk kasus hukum para mantan pejabat BI. Dana yang harusnya untuk kepentingan lembaga digunakan untuk kepentingan/keuntungan individu tertentu. Hal ini melanggar UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor pasal 3 yang berbunyi :

Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00  (satu milyar rupiah).

Dari ketentuan ini, sangat jelas mengapa aliran Rp 100 miliar termasuk dalam ranah hukum tepatnya UU anti korupsi.  Meskipun Burhanuddin Abdullah tidak menerima uang sepersenpun, namun karena dia selaku Gubernur Bank Indonesia membubuhkan tanda tangannya untuk pengeluaran dana sebesar Rp. 100 milyar yang melanggar aturan, maka ia harus dipidana 3 tahun penjara. Meskipun dalam persidangan ia mengaku “tidak tahu menahu” bahwa aliran Rp 100 miliar tersebut secara hukum adalah salah.

Catatan : Dewan Gubernur BI saat itu adalah Burhanuddin Abdullah sebagai Gubernur BI, Anwar Nasution sebagai deputi gubernur senior, dan 5 orang Deputi Gubernur BI masing-masing Aulia Pohan, R Maulana Ibrahim, Maman H Somantri, Bun Bunan EJ Hutapea, dan Aslim Tadjuddin. Dari ketujuh Dewan Gubernur di atas, hanya Anwar Nasution (saat ini menjabat sebagai Ketua BPK) dan R Maulana Ibrahim yang tidak dikenakan pidana. Padahal, dalam persidangan nama Anwar Nasution disebut-disebut terlibat dalam aliran dana Rp 100 miliar. Hal ini diperkuat dengan kesaksian mantan Direktur Oey Hoey Tiong yang mengakui dirinya diperintah Anwar untuk memusnahkan dokumen terkait aliran dana BI. “Kamu musnahkan saja dokumen-dokumen itu Oey”, ungkap Oey meniru perintah Anwar Nasution.

Kasus Bank Century : Pejabat BI Diduga Menyalahgunakan Wewenang

Pada tanggal 29 September 2009, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberi laporan sementara hasil audit interim investigas BPK atas Bank Century. Dari laporan sementara ini, Komisi XI DPR (Keuangan dan Perbankan) telah mengadakan rapat tertutup mempelajari laporan tersebut. Karena masih jauh dari sempurna, Komisi XI DPR meminta agar BPK menyelesaikan audit investigasi secara menyeluruh dalam waktu sesingkat-singkatnya, terutama  gar BPK melakukan pemeriksaan aliran dana dalam kasus Bank Century karena sama sekali belum dilaporkan oleh BPK.

Meski masih dalam bentuk laporan sementara, Harry Azhar Aziz, anggota Komisi XI DPR menyatakan bahwa terungkap ada indikasi Pejabat Bank Indonesia (BI) melakukan penyalahgunaan wewenang (abuse of power) terkait kasus upaya penyelamatan Bank Century dengan pengucuran dana Rp 6,7 triliun. Di tempat yang sama, Anggota Komisi XI Drajad Wibowo menjelaskan ada manipulasi ketentuan pengucuran Fasilitas Pembiayaan Jangka Pendek (FPJP) untuk Bank umum dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang keluar dari Bank Indonesia (BI) pada saat penalangan dana Bank Century.

Manipulasi tersebut dapat dilihat dari perubahan kebijakan mengenai FPJP yakni batas rasio kecukupan modal (Capital Adequate Ratio/CAR) yang semula dibatasi 2 persen berubah menjadi hanya positif saja.”PBI yang lama CAR-nya dibatasi 2 persen, namun setelah tanggal 14 November 2008 PBI dirubah jika CAR positif bisa dapat FPJP,” Drajad menjelaskan.  Hal ini mengakibatkan terjadinya pembengkakan dana talangan yang dikucurkan ke Bank Century dari sebelumnya Rp 632 miliar menjadi Rp 6,76 triliun.

Dan melalui hasil laporan BPK atas audit investigasi penyelamatan PT Bank Century Tbk tersebut, diketahui pula bahwa Bank Indonesia melakukan banyak kesalahan, salah satunya adalah pengawasan BI yang terlalu lemah. Salah satu permasalahan yang diungkap dalam laporan adalah soal kredit fiktif di Bank Century. Bank Indonesia dalam laporannya ke Komite Stabilisasi Sistem Keuangan (KSSK) tidak menjelaskan secara gambalng kedit fiktif itu. Akibatnya terjadi penilaian salah, sehingga alih-alih Menkeu Sri Mulyani sebagai ketua KSSK bersama Boediono dan ketua LPS menyelamatkan Bank Century. Dan parahnya lagi, terjadi pembengkakan penyelamatan dari Rp 632 miliar menjadi Rp 6,67 triliun.

Dalam penilaian Komisi XI itu, Bank Indonesia juga dianggap salah dalam menentukan penilaian dampak sistemik. Hal ini karena dilatarbelakangi informasi data yang kurang akurat dijadikan sebagai bahan penilaian. Dengan kesalahan penilaian menyebabkan rekap penyelamatan Bank Century menjadi bengkak. “Itu karena kesalahan penerapan PPAP (Pencadangan Penghapusan Aktiva Produktif),” katanya. Tak hanya itu, audit Century juga menemukan berbagai lubang yang ditimbulkan karena kelemahan ini, yakni berupa masalah LC, kredit fiktif, dan lainnya.

Kasus Bank Century : Detik-Detik Penyalahgunaan Wewenang

Keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan menyelamatkan Bank Century menjadi kontroversi. Hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan mengungkapkan hasil pertemuan yang digelar KSSK pada pukul 23.00 WIB tanggal 20 November 2008 hinggga pukul 06.00 WIB pada 21 November 2008.

Menurut hasil audit BPK, keputusan itu sesungguhnya sudah melalui berbagai pembahasan antara BI, Departemen Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan dalam rapat konsultasi KSSK tanggal 14, 17, 18, 19 November 2008. Dengan memperhatikan surat Gubernur BI Nomor 10/232/GBI/Rahasia tanggal 20 November 2008, KSSK melakukan rapat KSSK pada tanggal 20 – 21 November 2008. Rapat kosultasi tersebut dilalui dengan presentasi BI yang menguraikan Bank Century sebagai Bank Gagal dan analisis dampak sistemik.

Dari rapat tersebut diketahui bahwa sejumlah peserta rapat lain pada umumnya mempertanyakan dan tidak setuju dengan argumen dan analisis BI yang menyatakan Bank Century ditengarai berdampak sistemik. Menanggapi pertanyaan dari peserta rapat lainnya, inilah jawaban BI:

BI menyatakan sulit untuk mengukur apakah dapat menimbulkan resiko sistemik atau tidak karena merupakan dampak berantai yang sulit diukur dari awal secara pasti. Yang dapat diukur hanyalah perkiraan atau biaya yang timbul apabila dilakukan penyelamatan.

Mengingat situasi yang tidak menentu maka lebih baik mengambil pendekatan kehati-hatian dengan melakukan penyelamatan namun dengan meminimalisir cost keputusan harus diambil segera dan tidak dapat ditunda sampai Jumat sore, 21 November 2008 seperti saran LPS, Bank Century tidak mempunyai cukup dana untuk prefund kliring dan memenuhi kliring sepanjang hari itu.

Meskipun sejumlah besar peserta rapat tidak setuju untuk menyelamatkan Bank Century, namun atas ‘desakan’ BI  (meskipun BI tidak bisa mengukur/menentukan dampak sistemik –>lihat kalimat hijau yang digarisbawahi), pejabat BI (salah satunya adalah Boediono) mengatakan penyelamatan Bank Century harus dilakukan (tidak bisa ditunda). Penyelamatan ini dalam satu sisi memberi keuntungan besar bagi para nasabah kelas kakap, salah satunya adalah Boedi Sampoerna. Jika Bank Century ditutup, maka Boedi Sampoerna hanya akan menerima Rp 2 miliar. Namun, jika Bank Century diselamatkan, maka Boediono Sampoerna akan mendapat US 200 juta dollar (atau Rp 2 triliun).

Kasus Bank Century : Boediono Terancam Dipidana

Berdasarkan analisis dari anggota Komisi XI DPR yang membidangi Keuangan dan Perbankan, maka selaku pimpinan BI, Boediono secara tidak langsung melakukan penyalahgunaan wewenang. Seperti diuraikan di atas, BI telah memberi keterangan abu-abu (alias belum pasti) atas kondisi Bank Century. Justru dengan keterbatasan pengawasannya (kredit dan deposan fiktif), BI alih-alih menyelamatkan Bank Century. Setelah diselamatkan, lagi-lagi terjadi aliran secara besar-besaran berjumlah Rp 5.6 triliun selama kurun November – Desember 2008. Tidak habis berpikir, mengapa petinggi BI begitu ngotot menyelamatkan Bank Century, padahal dalam rapat tersebut banyak peserta yang menolak, terlebih alasan pejabat BI terlalu “memaksa”.

Dan bila alasan penyelamatan Bank Century ‘mengada-ada’ dan dalam kesempatan lain melanggar undang-undang seperti djelaskan diatas adalah benar, maka bercermin dari kasus aliran dana Rp 100 miliar dari YPPI, tentu tidak bisa dipungkiri para petinggi BI dan KSSK bisa terseret pidana. Meskipun mereka tidak menerima dana sepersen pun, namun apabila karena ‘kecerobohan’ (alasan paling positif) mereka sendiri menjadi alat para bankir dan deposan yang mengakibatkan kerugian keuangan lembaga negara, maka sudah sepantasnya mereka mendapat proses hukum yang sama dengan kasus Burhanuddin Abdullah.

Dan Andai saja, rakyat Indonesia dan para penegak hukum menjunjung tinggi keadilan hukum seperti diurai dalam Pasal 27 UUD 1945, maka bila memang pada akhirnya laporan BPK memberi bukti resmi bahwa pejabat BI  (termasuk pimpinannya yakni Boediono) melakukan pelanggaran ketentuan dalam penyelamatan Bank Century, maka bukanlah hal mustahil Boediono (Wakil Presiden Terpilih mendampingi SBY) akan dipidana oleh KPK (asal KPK tetap independen dan berhasil keluar dari kemelutnya). Dan perlu dicatat, jika pada akhirnya terbukti indikasi yang kuat bahwa Boediono bersalah, maka percayalah bahwa ia bukanlah satu-satunya orang yang bersalah. Berdasarkan berbagai analisis yang berkembang, maka para pejabat yang ikut terlibat dalam kasus Bank Century adalah  deposan fiktif Bank Century, manajemen Bank Century, KSSK, LPS dan semua ’siluman’.

Tentu, seperti biasanya.. Kita akan menunggu hasil audit investigasi BPK yang menyeluruh. Jika memang akhirnya terbukti, maka hendaknya hukum ditegakkan. Semoga tidak ada yang mengkriminalisasi KPK, agar tabir Bank Century dapat diusut dengan seadil-adilnya. Hanya saja, apakah 60% pemilih akan mendukung penegakan hukum bagi cawapres yang terpilih?

Salam Nusantaraku,
ech-wan, 30 Sept

24
Jan
10

catatan kerusuhan 2010

Iran Songsong 2010 Dalam Rongrongan Kerusuhan

Minggu, 27 Desember 2009 11:19 WIB | Mancanegara | Asia/Pasifik | Dibaca 1272 kali

Chaidar Abdullah

Iran Songsong 2010 Dalam Rongrongan Kerusuhan
Jakarta (ANTARA News) – Iran menyongsong 2010 dengan kerusuhan dan ancaman perpecahan, setelah satu tahun dirongrong protes yang merenggut jiwa di jalan, guna memprotes Presiden Mahmoud Ahmadinejad, unjuk rasa paling buruk sejak jatuhnya Shah Iran.

Sementara itu ketegangan dengan Barat, terutama Amerika Serikat, dan ancaman sanksi lebih berat juga mengikuti perjalan negeri Persia itu, sehubungan dengan program nuklirnya.

Semua protes tersebut, yang meletus setelah Ahmadinejad terpilih kembali pada 12 Juni, mengguncang keutuhan 30 tahun kekuasaan Syiah. Kerusuhan itu membenturkan kubu ulama dan tokoh pembaruan dengan pemimpin spiritual Ayatollah Ali Khamenei –yang tampil secara terbuka mendukung Ahmadinejad.

Perpecahan politik yang kian dalam tersebut telah mengubah para tokoh utama yang membantu pemerintah setelah Revolusi Islam 1979 menjadi pengeritik yang lebih tajam.

Meskipun Iran dalam satu tahun ke depan diperkirakan akan terus berada di jalur benturan dengan negara utama di dunai sehubungan dengan program nuklirnya, di dalam negeri pemerintah harus menangani protes politik, dan pada saat yang sama berusaha menanggulangi ekonominya, yang dirundung inflasi.

Ratusan ribu pemrotes yang mendukung pesaing utama Ahmadinejad dalam pemilihan umum, Mir Hossein Mousavi, dilaporkan kantor berita trans-nasional membanjiri jalan setelah pemungutan suara pada Juni. Mereka menuding terjadi kecurangan dalam pemungutan suara untuk mempertahankan Ahmadinejad pada tampuk kekuasaan.

Jalan-jalan, menurut AFP, dipenuhi slogan anti-Ahmadinejad seperti “Kembalikan suara kami yang dicuri” dan “Mati lah sang diktator”. Semua protes tersebut terus berkumandang di seluruh ibukota Iran selama enam bulan berikutnya.

Puluhan orang dilaporkan tewas dalam bentrokan di jalan, saat pemrotes bentrok dengan anggota milisi pro-pemerintah dan pasukan keamanan, yang menembakkan gas air mata dan memukuli pengunjuk rasa dengan tongkat serta rantai besi.

Meskipun menghadapi tindakan keras, para demonstran sejak itu terus melancarkan pertemuan terbuka anti-pemerintah, termasuk yang paling akhir pada 7 Desember, ketika upacara Hari Pelajar menjadi ajang bentrokan sengit antara polisi dan pemrotes.

Mousavi, mantan perdana menteri yang mengendalikan ekonomi Iran selama perang dengan pasukan Irak di bawah presiden Saddam Hussein pada 1980-an, telah menjadi “pelita” bagi gerakan oposisi yang kebanyakan terdiri atas pemuda dan sangat beragam.

Mousavi dan tokoh terkemuka pembaruan –Mehdi Karroubi, Akbar Hashemi Rafsanjani dan Mohammad Khatami– kini dituduh oleh pemerintah sebagai “pemimpin kerusuhan”.

Amnesty International menyatakan pelanggaran hak asasi manusia di Iran paling buruk dalam 20 tahun belakangan dan mendesak pemerintah agar menyelidiki tuduhan mengenai “penyiksaan, perkosaan dan pembunuhan”.

Penindasan tersebut telah membuat para tokoh pembaruan dijebloskan ke dalam penjara dan dihukum dalam apa yang telah dicap oleh oposisi sebagai “pengadilan pameran”, sementara pembatasan telah diberlakukan atas pers, termasuk pelarangan media asing meliput protes.

Beberapa wartawan Iran yang bekerja untuk pers asing telah ditangkap, termasuk seorang wartawan AFP yang ditahan selama empat hari pada November.

Namun pemrotes telah melangkahi banyak pembatasan dengan mengirim gambar dan rekaman video mengenai demonstran yang cedera ke jejaring sosial kondang Facebook dan Twitter dan jejaring berbagai video Youtube. Gambar tersebut mereka rekam secara diam-diam dengan menggunakan telefon genggam mereka.

Pemerintah telah bereaksi dengan memperlambat kecepatan Internet, dan secara rutin mematikan operasi jaringan telefon genggam.

Teheran juga telah menuduh negara besar di dunia, dan secara khusus menuduh Inggris serta Amerika Serikat, telah menyulut kerusuhan.

Dua diplomat Inggris di Teheran dideportasi, sementara sembilan pegawai kedutaan besar dijebloskan ke dalam penjara dengan tuduhan memicu kerusuhan.

Sementara itu, negara besar yang dipelopori oleh Presiden AS Barack Obama merasa kecewa dengan penolakan Iran untuk menjernihkan masalah program nuklirnya dan telah mengancam akan menjatuhkan babak keempat sanksi PBB.

Percekcokan mengenai nuklir meningkat setelah Iran menolak kesepakatan bahan bakar nuklir yang diperantarai PBB dan menutup pembangunan instalasi kedua pengayaan uranium.

Pengungkapan instalasi itu di dekat kota suci Qom menambah marah negara besar, yang mencurigai Iran secara diam-diam membuat bom atom. Para pejabat Iran mengatakan Teheran mengejar teknologi nuklir untuk menghasilkan listrik.

Kerusuhan lagi
Polisi anti-huru-hara yang menggunakan tongkat bentrok lagi dengan pendukung oposisi di Teheran. Mereka memanfaatkan hari besar Syiah untuk melancarkan demonstrasi baru anti-pemerintah pada Sabtu (26/12), demikian laporan jejaring oposisi dan beberapa saksi mata.

Jejaring pembaruan Jaras, yang dikutip Reuters, juga menyatakan pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan pemrotes.

Personil keamanan juga menyerang satu bangunan yang digunakan oleh kantor berita Iran, ISNA, yang dikatakannya dijadikan tempat berlindung oleh sebagian demonstran selama kerusuhan.

Dua orang dilaporkan cedera saat polisi mengejar pengunjuk rasa ke dalam bangunan di pusat kota Teheran tersebut, kata seorang saksi mata.

Dalam tanda bahwa protes bertambah luas, seorang warga lain belakangan, menurut Reuters, mengatakan pendukung Mousavi bentrok dengan polisi di satu masjid di Teheran utara, tempat tokoh pembaruan mantan presiden Mohammad Khatami dijadwalkan berpidato.

Jejaring tokoh pembaruan itu menyatakan puluhan tokoh garis mengganggu pidato Khatami dengan menyerang tempat tersebut, yang berada di kompleks tempat mendiang pemimpin revolusi Ayatollah Ruhollah Khomeini dulu tinggal.

Bentrokan itu terjadi selama dua hari kegiatan keagamaan Syiah di Republik Islam tersebut, enam bulan setelah pemilihan umum yang jadi sengketa menjerumuskan negara salah satu penghasil minyak utama itu ke dalam kekacauan.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, menyatakan perusuh di Teheran tengah tersebut hanya berjumlah 150 orang, dan menambahkan mereka ingin mengganggu upacara peringatan tapi polisi membubarkan mereka.

IRNA menuduh media asing membesar-besarkan pertemuan gagal perusuh dan berusaha mendorong orang agar turun ke jalan.

Pemerintah Iran telah memperingatkan oposisi pro-pembaruan agar tidak mengadakan pertemuan baru selama Tasu`a (hari kesembilan Muharram) dan Asyura (hari kesepuluh Muharram) pada 26-27 Desember, ketika umat Syiah berkumpul untuk memperingati syahidnya cucu Nabi Mohammad SAW, Imam Hussein bin Ali bin Abi Thalib AS, pada Abad VII.(*)

COPYRIGHT © 2009

Tahun 2010 Baru Dibuka, AS Kehilangan Empat Tentara Print E-mail
Monday, 04 January 2010
 Empat tentara AS dilaporkan tewas dalam sebuah insiden ledakan bom di ‎Afganistan selatan. Kantor berita AFP melaporkan, markas komando ‎pasukan multinasional di Afganistan dalam sebuah laporannya tanpa ‎merinci insiden yang terjadi mengakui tewasnya empat tentara AS dalam ‎sebuah ledakan bom di wilayah selatan negara itu. ‎Masih di Afganistan, Departemen Pertahanan Inggris Senin pagi ‎melaporkan tewasnya seorang tentara Britania dalam sebuah ledakan di ‎kawasan Nadiali provinsi Hilmand Afganistan. dengan tewasnya tentara ini ‎jumlah tentara Inggris yang tewas di Afganistan sejak invasi ke negara itu ‎meningkat menjadi 246 orang. Dari jumlah itu 108 tentara tewas pada ‎tahun 2009 yang lalu.‎

Sementara itu, wakil kepala polisi provinsi Zabul Afganistan ‎mengumumkan tewasnya dua orang dalam insiden ledakan di Shamulzai, ‎Afganistan selatan. Bom meledak di jalan yang dilewati oleh patroli polisi ‎Afganistan. ‎

( Indonesian Radio ( new )

24
Jan
10

RENTETAN KEJADIAN AKHIR 2009 MEMASUKI 2010.

Kumpulan berita-berita dari berbagai kejadian

yang menonjol ditanah air dan dunia

Gempa bumi Haiti 2010
Tanggal 21:53:09, 12 Januari 2010 (UTC) (2010-01-12T21:53:09Z)
Kekuatan 7 Mw
Kedalaman: 10 km
Episentrum: 18°27′05″N 72°26′43″W / 18.4514°N 72.4452°W / 18.4514; -72.4452Koordinat: 18°27′05″N 72°26′43″W / 18.4514°N 72.4452°W / 18.4514; -72.4452
Negara yang terkena Flag of Haiti.svg Haiti
Flag of the Dominican Republic.svg Republik Dominika
Flag of Cuba.svg Kuba
Flag of Jamaica.svg Jamaika
Flag of Venezuela.svg Venezuela
Intensitas maksimum: MM X[1]
Tsunami: tidak terjadi
Gempa susulan: 5.9, 5.5
Korban: 200.000 orang tewas[1]

Gempa bumi Haiti 2010 terjadi dengan kekuatan 7 Skala Richter dengan pusat gempa 16 km dari Port-au-Prince pada pukul 4:53:09 waktu lokal (21:53:09 UTC) tanggal 12 Januari 2010.[2] Pusat gempa berada pada kedalaman 10 km. United States Geological Survey menyatakan terjadi gempa-gempa susulan dengan kekuatan 5 Skala Richter.[3]

Sebagian besar dari kota Port-au-Prince mengalami kerusakan termasuk Istana Presiden Haiti, Gedung Parlemen Haiti, Katedral Port-au-Prince, dan sebuah rumah sakit.[4][5] Persatuan Bangsa Bangsa melaporkan kantor pusat Misi Stabilisasi Persatuan Bangsa Bangsa untuk Haiti juga mengalami kerusakan.[6]

Detail gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada tanggal 12 Januari 2010 dengan pusat gempa 16 km dari ibukota Haiti, Port-au-Prince dengan kedalaman 10 km.[7] Gempa bumi ini juga dirasakan di Teluk Guantánamo, Kuba, Kingston, Jamaika, Caracas, Venezuela, (MM II in Caracas), Santo Domingo, Republik Dominika.[8][9]

Setelah itu terjadi 26 gempa-gempa susulan dengan kekuatan 5,9 Skala Richter dan terus menurun hingga 4,2 Skala Richter dan dengan 12 gempa susulan dengan kekuatan diatas 5 Skala Richter.[10] Setelah gempa terjadi diumumkan akan terjadi tsunami, tapi kemudian pengumuman ini dicabut.[11]

Kerusakan

Akibat dari gempa bumi dilaporkan Istana Presiden Haiti, Gedung Menteri Keuangan, Gedung Menteri Pekerjaan Umum, Gedung Menteri Komunikasi dan Kebudayaan, Gedung Parlemen, Katedral Port-au-Prince dengan tingkat kerusakan yang berbeda. Gempa yang mengguncang Haiti merupakan musibah terburuk yang pernah ditangani Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Kerusakan infrastruktur diperkirakan melebihi tsunami yang menghancurkan Aceh tahun 2004 lalu.

“Ini bencana yang mengerikan. Sepanjang sejarah PBB, kami belum menemukan yang separah ini,” ujar Koordinator Kemanusiaan PBB, Elisabeth Byrs, kepada AFP, Sabtu (16/1/2010).

Byrs mencatat setidaknya saat tsunami di Aceh, kantor pemerintahan masih ada yang berdiri. Tapi di Haiti, seperti di kota Leogane, seluruh fasilitas publik hancur dalam gempa tersebut.

“Gempa ini seperti membunuh kota tersebut,” terangnya.

Dari laporan tim PBB, sekitar 90 persen bangunan dan gedung di Leogane hancur akibat gempa 7 SR yang mengguncang Haiti, Selasa (12/1/2010) itu. “Tidak ada kantor pemerintahan yang tersisa,” kisahnya.

Kondisi di kota-kota lainnya tidak kalah memprihatinkan. Banyak warga yang terkubur di reruntuhan bangunan dan belum bisa dievakuasi.

Saat ini tim SAR dari 27 negara yang berkekuatan 1.500 orang bersama 115 anjing pelacak masih mencari para korban yang selamat. Namun faktor lemahnya komunikasi, sulitnya transportasi dan kurangnya BBM menjadi penghambat operasi SAR tersebut.[2][12][13]

You are here: > > GEMPA BUMI TAHUN 2010 Guncang Indonesia Tasikmalaya Gorontalo Skala Richter Hampir Sama BERURUTAN! Keanehan ALAM Tahun 2010!

Minggu, 10 Januari 2010

GEMPA BUMI TAHUN 2010 Guncang Indonesia Tasikmalaya Gorontalo Skala Richter Hampir Sama BERURUTAN! Keanehan ALAM Tahun 2010!

Foto GEMPA BUMI TAHUN 2010 Guncang Indonesia Gambar gempa Tasikmalaya Gorontalo 2010

Gempa bumi tahun 2010 dengan SR atau skala richter kembar hampir sama mengguncang Indonesia khususnya Tasikmalaya Gorontalo berturut-turut selama hampir sepekan di Januari 2010. Keanehan alam gempa bumi mulai menggetarkan Indonesia! Apakah gempa dahsyat 2009 Padang Tasik akan terulang kembali?

Indonesia terus diguncang gempa. Hari ini (Minggu, 10/1), dua gempa mengguncang Indonesia: Tasikmalaya dan Gorontalo.

Tasikmalaya diguncang gempa dengan kekuatan 5,4 skala Richter pada pukul 07.25 WIB. Sedangkan Gorontalo diguncang dengan kekuatan yang sama pada pukul 15.09 WIB.

Selama bulan Januari 2010 ini, berdasarkan data yang dihimpun dari situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sudah ada 8 gempa yang mengguncang Indonesia, termasuk gempa Tasikmalaya dan gempa Gorontalo. Enam gempa lainnya di 2010, yaitu;

- 2 Januari 2010 pukul 01:14 WIB, gempa berkekuatan 5.3 SR dengan kedalaman 142 Km mengguncanga Barat Laut Saumlaki-Maluku.
- 3 Januari 2010 pukul 21:13 WIB, gempa berkekuatan 5.5 SR dengan kedalaman 90 Km mengguncang Barat Laut Jayapura-Papua.
- 5 Januari 2010 pukul 04:28 WIB, gempa berkekuatan 5.0 SR dengan kedalaman 517 Km mengguncang Timur Laut Ruteng-NTT.
- 5 Januari 2010 pukul 21:36 WIB, gempa berkekuatan 5.2 SR dengan kedalaman 10 Km mengguncang Tenggara Poso-Sulawesi Tengah.
- 8 Januari 2010 pukul 15:15 WIB, gempa berkekuatan 5.1 SR dengan kedalaman 10 Km mengguncang Timur Laut Palu-Sulawesi Tengah.
-8 Januari 2010 pukul 19:55 WIB, gempa berkekuatan 5.4 SR dengan kedalaman 61 Km mengguncang Barat Laut Ternate-Maluku Utara. rakyat merdeka. Gempa bumi Indonesia Tasikmalaya Gorontalo tahun 2010 keajaiban alam skala richther sama.

G

Gempa bumi Sumatera Indonesia berkekuatan 8SR – 8,8 SR mengguncang tanah air dan samai gempa Aceh yang menghasilkan gelombang tsunami raksasa! Luar biasa dan sangat gawat!

Demikianlah yang diprediksi pakar ahli gempa dengan mengobservasi penyebab gempa Padang Sumbar dan tekanan lempeng benua masih terus terjadi di patahan pesisir Sumatera dalam beberapa tahun terakhir ini. Bahkan yang cukup menakutkan adalah gempa bumi di Padang Sumatera Barat September lalu bukanlah merupakan yang terbesar! Akan ada gempa lain yang berkekuatan puluhan kali lipat dan berpotensi ancaman sunami!

Baca selengkapnya gempa bumi berkekuatan dahsyat 2009 paska gempa Padang Sumatera Barat berkekuatan 8SR – 8,8 SR guncang wilayah Indonesia mirip gempa Aceh 2004 yang dilanda gelombang tsunami terbesar dalam dekade terakhir ini.

Waspada, Gempa Lanjutan di Sumatera Bisa 8 SR

Gempa dengan kekuatan di atas 8 Skala Richter masih akan mengguncang wilayah Sumatera dalam waktu ke depan. Bahkan kekuatan gempa bisa jadi menyamai peristiwa Aceh seperti pada 2004 lalu.

Ahli Geologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Danny Hilman Natawidjaja mengatakan bahwa tekanan lempeng masih terus terjadi di patahan pesisir Sumatera dalam beberapa tahun ini. Gempa Sumbar Rabu lalu bukanlah yang satu yang terbesar.

“Apa yang penting sekarang adalah bahwa gempa bukan yang terbesar yang akan terjadi. Gempa besar itu bisa di atas 8 SR. Sebuah skala yang dapat menyebabkan tsumani,” papar Danny seperti dikutip Reuters, Sabtu (3/10/2009). http://besteasyseo.blogspot.com/

Peneliti yang sudah menghabiskan waktu 12 tahun bersama rekannya Kerry Sieh dari Nanyang Technology University untuk mempelajari alam Mentawai dan Padang ini memprediksi, gempa dahsyat itu bisa jadi berkekuatan 8,8 SR. Menurutnya gempa itu bisa jadi 30 kali lebih dahsyat dari gempa Rabu kemarin.

Secara ilmu pengetahuan, lanjutnya, ia bisa mengatakan gempa itu mungkin akan terjadi besok, bulan depan, atau tahun depan. Namun sepertinya akan terjadi di bawah 10 tahun lagi.

“Secara pribadi, saya khawatir ini dapat terjadi dalam beberapa bulan atau tahun. Namun sebagai ilmuwan, kita selalu dikejutkan dengan gejala alam. Sulit untuk diprediksikan,” jelasnya. Okezone

Gempa Bumi Sumatera 8,8SR 2009 Potensi Sunami Guncang Indonesia Mirip Aceh 2004

24
Jan
10

BERPALINGLAH KEPADAKU ( TUHAN )

“Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti. Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan” ( Kisah Rasul 26:16-18)

KESAKSIANKU

Jujur boleh aku katakan, bahwa sepanjang usiaku,sejak aku lahir dan sekarang usianya mencapai separoh abad, belum pernah aku melihat sesuatu yang luar biasa dan cuku mengerikan. Aku sadar betul bahwa aku adalah orang berdosa dan tak selayaknya menerima karunia dan anugerah ini dari TUHAN.

Aku bertobat pada tanggal 22 Desember 2002, sesudah menjalani kehidupanku yang tidak normal, penuh napsu, tipu daya dan keserakahan. Bulan Nopember tgl 21 2002, kehidupanku dihancurkan, semua lenyap termasuk rumah tanggaku, usahaku, pekerjaanku.

Dalam proses pertobatan di Gereja Bethany Manya, melalui baptis selama, aku mulai merasakan sesuatu yang berbeda dari kehidupanku yang lama. Aku masih ingat hampir 3 tahun aku menutup diri dari dunia luar. Kehidupanku hanya rumah dan gereja. Aku bergabung dengan Tim Pendoa Syafaat Bethany Manyar ( Perisai Doa ), berbagai kegiatan kerohanian aku ikuti, ikut dalam tim pedoa militan. Aku mngakui dari tempat inilah banyak hal yang aku dapatkan, tapi bukan berarti tempat ini juga aman.

banyak hal pula yang datang dari dalam yang membuat kekecewaan, sakit hati. Akhirnya pada suatu hari ada suara yang mengatakan kepadaku ” Sok Lu, Sok Alim,Sok Suci, emang lu siapa “. Aku kaget mendegar suara itu yang ternyata datangnya dari dalam hatiku sendiri. Aku merenungkan ulang kehidupanku sebagai pendoa syafaat, ternyata betul apa kata suara itu, aku masuk dalam kesombonganku, so orang suci, sok orang yang mampu mendoakan orang lain ,tapi aku sendiri tidak tertolong. Akhirnya aku mengaku pada TUHAN..bahwa dalam FIRMANNYA dikatakan ” tidak ada satupun manusia yang tidak berdosa dihadapanku….Aku malu pada diriku sendiri..lalu suara itu mengatakan lagi ” biasa- biasa ajalah jangan sok suci loh “.

Sahabat yang terkasih dalam TUHAN YESUS, itu benar, saya jadi teringat, waktu pertama saya bertobat dan bertanya pada TUHAN, apa yang dapat aku perbuat dihari2 bersamaMU, TUHAN bukakan hatiku dengan membaca Firman TUHAN di EFESUS 2 : 1-10.

Tidak banyak yang dapat aku ceritakan, yang jelas bahwa mulai tanggal 22 Nopember 2009, mata hatiku dibukan untuk melihat sesuatu yang aku tidak sangka, kalau hanya sering kita baca di Firman Tuhan dan penglihatan2 mereka yang lebih dulu dilihatkan TUHAN tentang kehidupan dilangit, aku menjadi percaya bahwa apa yang TUHAN tunjukkan dalam blog ini adalah pesan dan mengingatkan kita bahwa TUHAN YAHOWEH  ,JESUS CHRIST, HOLY SPIRIT, jauh leih besar dari apa yang telah DIA perlihatkan kepada kita sekarang.  Salah satunya wajah dan mata yang tidak bersahabat ini, yang saya foto dalam nama TUHAN YESUS , bukan rekayasa, ini saya foto dengan camera HP dihalaman kantor . studio radio saya ,saat menjleng kami menyelenggarakan Perayaan Natal di Radio EVELLA 96.7 FM, dijalan Cut Nyak Dien no 19 Palangkaraya ( Kalteng ), pada waktu itu seorang sahabat saya bertanya ” Kok mendungnya aneh ya.. ? “, lalu saya arahkan camera saya kelangit dan bilang sama dia,  ” mau  lihat sesuatu ” dan inilah hasilnya :

foto ini saya ambil pada pukul 15.15 sore, tgl 5 Desember 2009,

dari halaman studio radio evella palangkaraya, dilangit kota Palangkaraya,

Awan Mendung diatas kota Palangkaraya, perhatikan betul2

lapisan-lapisan wajah menyerankan, dan mata2 aneh melihat kebumi

sepasang mata melihat kebumi

awan yang membentuk wajah seekor ular

yang kepala dan matanya terbakar

sepasag mata dan wajah binatang serigala dilangit

wajah menempel diawan, seperti ET

WAJAH ANEH TERBENTUK DARI GUMPALAN AWAN

WAJAH YANG MERAMBAT PELAN MUNCUL DARI BALIK AWAN

INILAH HASIL DARI PROSES PENAMPAKAN DIATAS

SEPASANG MATA RAKSASA DILANGIT

MATA NAGA DENGAN ALIS TEBAL

( terlihat dari awan mendung )

Kekasih TUHAN, saya sebagai manusia biasa hanya menyampaikan pesan2 ini berdasarkan kata hati saya, saya percaya karena tidak ada rasa ketakutan, TUHAN ijinkan kita semua untuk sungguh2 kembali berpaling kepadaNYA.

Inilah gambaran kasih TUHAN kepada kita melalui awan

DIA melukiskan sebuah hati untuk kita

DIA ( TUHAN YESUS )

SANGAT MENGASIHI KITA, AMIN

Ini saya foto, pada hari minggu pagi, tgl 17 Januari 2010

Pukul 09.30 Wib,

( koleksi foto pribadi )

Bipy Anderson

Penanggungjawab

PT. RADIO EVELLA CHANNEL INDONESIA

( EVELLA 96.7 FM )

JL. CUT NYAK DIEN NO 19 PALANGKARAYA 73112

TELP. 0536-3357967

24
Jan
10

Tanda-Tanda Kuasa Iblis Telah Menguasai Dunia

Artikel ini saya kutip dari blog Bethany International Church, saya sant tertarik dengan uraiannya dan mencoba menyamakan persepsi dengan apa yang saya lihat  dan kejadian2  yang terjadi diakhir tahun 2009 sampai januari 2010.

emakin lama, saya memperhatikan bahwa Iblis semakin gencar “mempromosikan” dirinya dan memunculkan wujudnya. Jika turut memperhatikan kondisi dunia ini, saya yakin Anda turut setuju dengan saya. Kuasa gelap sudah semakin menguasai dunia. Apa yang tertulis dalam Alkitab semakin nyata dan jelas. Kini tinggal kita masing-masing individu untuk bersiap menghadapinya.

Bagi Anda yang tidak “aware” dengan kondisi saat ini, berikut ini adalah tanda-tanda dalam beberapa waktu terakhir ini yang menunjukkan bahwa Kuasa Gelap sudah menguasai dunia dan sebagian dari kita. Dalam sebuah buku berjudul The Bible Code, saya membaca bahwa Iblis merancang 3 tahap penghancuran manusia:

a. Economic Destruction.

b. Marriage Destruction.

c. Faith Destruction.

Economic Destruction

Seperti yang Anda perhatikan, bahwa September 2008 lalu, dunia memasuki krisis global. Diramalkan, dalam 2-3 tahun mendatang, krisis akan semakin parah dan menghancurkan banyak negara. Karena itu, para pejabat sudah ramai-ramai mencari solusi untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi, sebelum hal itu terwujud, ribuan perusahaan beramai-ramai telah melakukan perampingan karyawan.

Hingga October 2008 lalu, sudah ada 1,5 juta orang di dunia kehilangan pekerjaan. Bahkan perusahaan besar seperti Yahoo! sudah merumahkan sedikitnya 75,000 orang karyawannya. Ini belum termasuk raksasa Microsoft dan Nike yang juga menghentikan kerja sama dengan sedikitnya 350,000 orang karyawan. Di Indonesia sendiri sedikitnya 15,000 orang sudah dirumahkan dan angka ini akan terus bertambah di tahun 2009 menyusul SK 4 Menteri yang sangat tidak kondusif bagi kehidupan para karyawan.

Marriage Destruction

Banyak masalah-masalah kecil dalam dunia pernikahan yang kini justru menjadi besar, bahkan membuat orang dengan entengnya mengatakan “cerai”. Hingga hari ini sudah tidak terhitung berapa banyak keluarga, terutama keluarga Kristen yang hancur berantakan karena perceraian. Uniknya, walau pun sudah diupayakan berbagai cara, termasuk didoakan, perceraian nyaris tidak pernah berhasil dihindari.

Kehidupan pernikahan pun semakin banyak didera masalah. Yang paling utama adalah orang ketiga. Mengapa bisa terjadi? Salah satunya dan yang paling utama, karena tingginya tuntutan dunia pekerjaan. Ketika memasuki saat krisis seperti ini, para karyawan dituntut semakin “loyal” pada perusahaan. Akhirnya hidup mereka pun lebih banyak dihabiskan di kantor. Komunikasi dengan pasangan semakin berkurang – dan nyaris menghilang. Tidak heran, karena didera kesepian, kelelahan, dan rasa frustrasi, mereka mencari orang yang bisa menjadi sandaran dan curahan hati mereka. Tidak ada orang lain yang bisa mengerti mereka, selain rekan seprofesi/sekantor. Jadi perselingkuhan menjadi sangat wajar dalam dunia pernikahan.

Kalaupun ada yang kuat bertahan, lambat-laun dia akan menyadari bahwa hidupnya akan hambar. Semakin kurangnya komunikasi akibat tingginya jam kerja di kantor, membuat dia akhirnya melepaskan pasangannya. “Kasihan dia kesepian” adalah alasan kita. Memang kita ingin pasangan kita bahagia. Namun pada akhirnya, kita mengorbankan pernikahan kita, sebuah ikatan yang paling sakral di mata Tuhan. Demi “kebahagiaan” pasangan, kita membiarkan Iblis bersorak dan menguasai hidup kita. Kini anda sadarikan kalo semua ini adalah bagian dari rencana Iblis?

Faith Destruction

Anda tentu memperhatikan bahwa belakangan ini kasus kerasukan massal semakin sering terjadi. Kejadiannya terjadi serentak dan secara masal. Uniknya, orang yang mengusir para roh jahat bukanlah Pendeta atau Pastor, tapi justru “orang2 pintar”. Aneh toh? Kemanakah mereka, orang-orang yang
mengakunya dekat dengan Allah? Di televisi, Anda sering lihat begitu banyak “orang-orang pintar” yang mengatakan betapa “sialnya” Anda bekerja di lahan kerja seperti sekarang. “Ingin tahu masa depan Anda? Ketik Reg Spasi Anu, dan kirim ke nomer sekian-sekian. ” Saya dengar layanan seperti ini sangat ramai dikunjungi orang. Tidak perduli agama apapun, mereka tampaknya jauh lebih percaya nasihat komputer yang terprogram daripada nasihat Pastor/Pendeta. Mengapa ketika ada masalah, mereka justru mencari jawaban di “Ketik Reg Spasi Anu” daripada datang pada Tuhan?

Jika Anda perhatikan pula, banyak orang yang semakin percaya hal-hal tahyul. Banyak orang berburu Air Suci Maria, potongan balok salib Yesus, kain kafan turin , atau bahkan batu mulia suci yang mereka khusus tempa untuk menjadi salib yang berguna buat melindungi mereka dari hal-hal jahat. Lho, apa yang mereka percayai sebenarnya: Yesus atau benda-benda itu? Masih kurang? Tengoklah pula berapa banyak orang Kristen yang “memelihara” jimat. Dia sering ke gereja, tapi punya jimat di mana-mana. Mereka pun banyak yang mempelajari ilmu-ilmu “pengobatan alternatif” seperti: reiki, pernafasan, yoga, dll. Padahal di balik ilmu-ilmu itu tersimpan roh jahat yang siap menghancurkan mereka.

Tengoklah pula begitu banyak lagu-lagu Rock yang kini tidak canggung lagi mengusung pujian buat Iblis, tapi justru diminati oleh orang Kristen. Sebuah grup rock yang mengusung lagu “Bring Me To Life” mendapat penghargaan sebagai Lagu Gospel Rock Terbaik tahun 2003 lalu. Padahal lagu itu jelas-jelas lagu pujian untuk Lucifer. Belum cukup untuk itu, baru-baru ini Amerika dan Australia mengesahkan perkawinan sesama jenis. Banyak orang Kristen sesama jenis yang ke sana untuk menikah di “gereja” gay. Orientasi seks yang berbeda dan penyakit kelamin sudah bukan lagi masalah. Padahal tingkat penderita HIV makin hari makin tinggi. Tapi justru hubungan sesama jenis semakin dipermudah.

Anak yang menikah/berhubungan intim dengan orang tua sendiri (incest), pesta seks rame-rame (orgy), atau hubungan seks dengan binatang sudah bukan lagi hal aneh. Tidak saja di luar negri , bahkan di Indonesia menjadi hal yang sangat wajar. Inilah 3 tahap penghancuran yang dilakukan oleh Iblis. Dan ketiganya sudah dilakukannya. Sudah tidak terhitung berapa banyak orang yang jatuh dalam perangkap Iblis.

Kini semuanya ada di tangan Anda: Tetap teguh pada Tuhan atau pasrah mengikuti arus? Jika ingin tetap berteguh ikut Tuhan, inilah 3 Keutamaan yang harus Anda lakukan:

1. Utamakan Tuhan: Ketika masalah menghimpit, ingat selalu pada Tuhan. Apapun yang terjadi, selalu libatkan Tuhan.

2. Prioritaskan keluarga: Jadikan keluarga sebagai prioritas hidupmu. Apapun yang terjadi, walau Anda “dijebak” untuk berlama-lama di kantor sehingga jarang bertemu keluarga, jangan hancurkan keluargamu. Tetaplah bersama mereka. “Perceraian” bukanlah hal yang utama. Justru Anda harus kuat mempertahankan mereka. Keluarga adalah hartamu. Tanpa mereka, hidup Anda adalah sia-sia belaka.

3. Lihat keadaan dirimu: Ingatlah bahwa apapun yang Anda lakukan, semuanya selalu berakibat langsung terlebih dahulu pada diri Anda sendiri. Jadi sebelum melakukan hal-hal bodoh, ingatlah akan diri sendiri: Kesehatan anda, masa depan Anda, dan personality Anda.

24
Jan
10

BUKAN MELAWAN DARAH DAN DAGING

Perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. (Ef 6:12)

ini aku foto pada siang hari, sosok awan aneh dengan dua mata yang tajam, tapi mata hatiku dari TUHAN tdak bisa dikibuli, itulah mata naga, si ular tua, perhatikan mata yang disebelah kanan foto ini, adalah mata seekor ular.

di foto tgl 26 Nopember 2009

dilangit kota Palangkaraya ( Kalteng )

Senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Elohim, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Elohim. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, (2Kor 10:4-5)

sepasang mata yang tajam mengawasi kebumi

difoto dari lantai dua kantorku

Radio EVELLA 96.7 FM  Palangkaraya Kateng

Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.” (Wah 17:14)

sepasang mata yang tajam dari balik awan

saya foto hari mingu, tgl 24 Januari 2010

pukul 09. 15. wib dilangit kota Palangkaraya ( Kalteng )

YAHWEH menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan YAHWEHlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.” (1Sam 17:47)

kumpulan mata2 diawan

waktu pemotretan sama dengan foto diatas

( Bipy Anderson )

wajah menempel diawan

waktu pemotretan sama,selisih menit

awan mendung aneh disiang bolong,dua mata samar terlihat

24
Jan
10

NAGA DIKALAHKAN ( WAHYU 12 : 7-9 )

Wahyu  12 ayat 7 :

Maka  timbullah pperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya.

Wahyu 12 ayat  8 :

Tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat disorga.

tubuh naga menyatu dengan awan, dari buntuk kemudian badan lengkung dan kepala, ( difoto pada tanggal 24 Nopember 2009, dilangit kota Palangkaraya – Kalimantan Tengah )

Wahyu 12 : 9 :

Dan naga besar itu,siular tua, yang disebut iblis atau satan, yang menyesatkan seluruh dunia,dilemparkan kebawah; ia dilemparkan kebumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

Wajah kepala raksasa dilangit kota Palangkaraya, difoto, tgl 26 Nopember 2009, petang hari saat mendekati mendung

23
Jan
10

FENOMENA AWAN – 3

Apapu,yang aku lihat pasti seijin TUHAN, aku tidak takut,aku tidak gentar

karena TUHAN besertaku,Amin

kronologis  awan mendung yang ahir membentuk kepala ular raksasa

( siular tua, sang penguasa kegelapan )

proses kedua

proses ketiga

proses penampakan mulai jelas

kepala ular raksasa mulai jelas

Inilah wajah sang puasa bumi

difoto oleh

(Bipy Anderson )

tanggal 25  Nopember 2009

pukul 16.30 Wib, dilangit Kota Palangkaraya

( Kalimantan Tengah )

23
Jan
10

FENOMENA MATA LANGIT -2

For the LORD does not see as man sees; for man looks at the outward appearance,but the LORD looks at the heart ( 1 Samuel 16 : 7b )

Berjaga-jagalah dia seperti singa mengaum, siap menerkam mangsanya, iblis

mata dibalik awan

langit yang aneh,dari sini terbentuk fenomena

kepala ular raksasa

nampak jelas dilangit gambaran

kepala ular raksasa

awan membentuk kepala naga

lingkaran badan naga dan buntutnya melingkar,

( perhatikan betul2 dengan mata hati, karena

bentuk badan menyatu dengan awan diatasnya )

sepasang mata mirip wajah binatang diawan,

perhatikan 2 foto selanjutnya

sepasang mata yang jelas terlihat

diawan

mata ular dilangit,saat mendung

fenomena awan menyerupai anak domba,

berwajah singa dan bersayap naga

WAHYU : 13:11 Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama
seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga
wajah diawan
wajah diawan
wajah menyeramkan diawan
wajah dibalik awan dan jari tangan
melambangkan trisula
wajah menyembul dari balik awan
difoto semua oleh
( Bipy Anderson )



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.